Pemandangan Pianemo di Raja Ampat yang Menakjubkan

Pemandangan Pianemo di Raja Ampat yang Menakjubkan

Pemandangan Pianemo di Raja Ampat yang Menakjubkan. Raja Ampat terkenal dengan gugusan pulau karang, salah satunya adalah Pianemo. Di sinilah Anda bisa melihat pulau-pulau karang dengan aneka ukuran yang ada dalam satu kawasan luas. Airnya biru jernih dan pemandangannya menakjubkan!

Masyarakat di sekitar Pianemo menyebutnya sebagai ‘Wayag Kecil’. Ini karena pemandangannya dari atas bukit karang terjal, mirip gugusan pulau di Wayag yang telah mendunia itu, tapi dalam ukuran yang lebih mini.

Dari ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai, perjalanan ke Pianemo dapat ditempuh dalam 2 jam perjalanan dengan speed boat. Selama perjalanan, lautan biru menghampar bagai tak terbatas. Beberapa kali diselingi siluet pulau berbukit hijau, hutan perawan, dan burung terbang menukik memburu ikan.

Bukit-bukit karang terjal yang di atasnya ditumbuhi pepohonan menyambut kami saat memasuki Pianemo. Gugusan pulau karang kecil di sini umumnya tak berpenghuni.

 

Pianemo

Pianemo

Pianemo

Karang-karang terjal Pianemo itu ternyata masih ‘hidup’, masih terus tumbuh dan bukit-bukit itu semakin tinggi setiap tahun. Begitulah yang dikatakan pemandu kami sama seperti yang dijelaskan orang-orang lokal.

Ada tiga bukit yang biasa dijadikan jalur trek di Pianemo ini. Bukit berketinggian sekitar 15 meter di Tanjung Bintang, Bukit Gundul yang tingginya sekitar 30 meter, dan yang paling tinggi 40 meter.

Jangan berpikir di Pianemo telah disediakan jalur trek untuk wisatawan. Mengenakan sepatu khusus trek atau sepatu dari karet yang tertutup akan sangat membantu dan mencegah cedera akibat terpeleset atau tergores karang setajam pisau.

Bawalah hanya kamera, atau smartphone, dan botol air saat mendaki. Jangan terburu-buru saat mendaki dan menuruninya. Pemandangan dari puncak-puncak bukit sangat menakjubkan. Dari Bukit Gundul, traveler akan paham kenapa Pianemo disebut Wayag Kecil.

Bedanya, gugusan pulau karang di Wayag lebih besar dan memanjang. Sedangkan di Pianemo, gugusan pulau karangnya lebih kecil dan membentuk garis horisontal.

Dari atas puncak bukit di Tanjung Bintang, laut yang dikepung gugusan pulau membentuk seperti bintang. Dari atas puncak-puncak bukit tersebut, karang di dasar laguna berwarna hijau toska masih bisa terlihat di Pianemo.

Sangat disarankan memulai trek di sini sejak pukul delapan pagi agar tidak terlalu panas. Lalu Anda bisa beristirahat di pondok penjagaan kawasan Pianemo.

Di antara rimbun pohon bakau di belakang pondok, ada semacam kolam alami yang dihuni ikan sarden. Burung-burung bangau pun tak sungkan mencari ikan di depan pondok. Tapi dilarang memancing atau mengambil apa pun ya! Pianemo termasuk kawasan yang dilindungi.

Sebelum meninggalkan Pianemo, pemandu mengajak kami berkeliling gugusan pulau, berlayar dari laguna ke laguna. Air hijau toskanya seperti memanggil-manggil kami untuk segera terjun ke dalamnya. Beberapa wisatawan asing tampak menikmati snorkeling di sini.(traveldetikcom)

 

BACA JUGA:

6 Destinasi Indah nan Eksotis Tersembunyi di Berau, Kalimantan Timur

Resep Mudah Yangnyeom Tongdak Khas Korea

You May Also Like

One comment on “Pemandangan Pianemo di Raja Ampat yang Menakjubkan”

  1. Pingback: Intip Pesona Pulau Kelapa di Bima NTT – Wisata Indonesiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *