Menyusuri Jernihnya Sungai di Hutan Perawan

Menyusuri Jernihnya Sungai di Hutan Perawan

Menyusuri Jernihnya Sungai di Hutan Perawan nama yang disematkan pada cekungan sungai yang saat ini mulai menjadi daya tarik wisata lokal warga Boyolali.� ‘Jumbleng’ yang terdapat di Dukuh Kemuning, Desa Mudal, tak jauh dari kawasan wisata Tlatar tersebut tak hanya menawarkan kejernihan air sungai yang kini mulai langka, tapi panorama hutan yang masih perawan di sekeliling jumbleng tersebut.

Dari Dukuh Kemuning yang menjadi lokasi parkir, pengunjung mesti menyusuri jalan setapak sejauh 400an meter melewati kawasan hutan dan rumpun bambu yang belum terjamah. Di lokasi jumbleng yang merupakan air terjun kecil dipayungi rimbun bambu, pengunjung dapat mandi air sungai yang segar.

Faisal Faradoni (21) warga Dukuh Kemuning mengatakan, Rabu (17/06/2015) menjelaskan, Jumbleng biru sendiri baru dikembangkan sebagai kawasan wisata dua bulan terakhir. Awalnya, pemuda Desa Mudal menyusuri Sungai Pusung untuk mencari ikan.

Saat itulah mereka menemukan air terjun kecil yang masih perawan. Mereka lalu berinisiatif mengembangkan potensi tersebut menjadi lokasi wisata, dipadukan dengan keasrian hutan di sekeliling jumbleng.

Jalan setapak yang membelah kawasan hutan dan rumpun bambu dibuat. Tempat ganti pakaian dari anyaman bambu didirikan. Pengunjung dipatok tiket Rp 2.000 saja. Gerilya lewat media sosial digencarkan. Hasilnya, rata-rata 300 pengunjung datang ke Jumbleng Biru, baik sekedar menikmati alam hingga berendam di air Jumbleng yang jernih. “Sejak diperkenalkan, akhir-akhir ini pengunjung mulai ramai,” kata Faisal. (M-9)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *