Ini dia Gado-gado ala Yunani

Ini dia Gado-gado ala Yunani

Ini dia Gado-gado ala Yunani – George Dimitrios Calombaris, juri dalam reality show MasterChef Australia menunjukkan kelihaiannya dalam membuat salad. Eits, jangan bayangkan salad yang dibikin chef ini berisi sayur atau buah dengan mayones. Hasil racikan Calombaris itu adalah aneka benih yang diolah sedemikian rupa hingga halus. Menu ini merupakan andalan Calombaris di rumah makan miliknya, Hellenic Republic, restoran bertema Yunani dan Siprus yang mashyur di Melbourne.

Bahan yang dicampurkan dalam salad itu antara lain rajangan daun ketumbar, peterseli, hingga irisan halus bawang merah. Ada juga biji pinus, kacang almond, biji labu, lentil, delima hingga beri. Itu sebabnya muncul rasa manis, gurih, serta masam di “gado-gado Yunani” itu.

Mayones yang biasanya melumuri salad diganti dengan yogurt. Sebagai tambahan protein untuk menu itu, Calombaris menghidangkannya dengan pilihan kepiting cangkang lunak ataupun ikan tuna. Masing-masing digoreng dengan sedikit tepung dan dipanggang. Sepintas, menu itu tak bakal bikin kenyang, tapi kalau sudah merasakan, selain padat gizinya, cukup untuk membuat perut terisi.

Cypriot salad menjadi satu dari belasan menu ala Yunani dan Siprus yang dilestarikan Calombaris. Bisa dipastikan, menu itu berakar dari tradisi Yunani yang berusia ribuan tahun. Calombaris mengangkat resep-resep kuno itu menjadi hidangan fine dining dengan banderol harga mulai dari AUS$ 5-32, setara Rp 60 ribu dan Rp 326 ribu, itu. Dia juga menuliskan resepnya dalam buku Greek Cookery from the Hellenic Hearts.

Saat Calombaris mengatakan masakan Indonesia bisa mendunia, dia membandingkannya dengan masakan Yunani. Dibuka pada 2008, Hellenic Republic tergolong baru. Namun, dia menggarapnya dengan serius-didaulat sebagai “Restoran Baru Terbaik 2008” oleh harian berpengaruh Australia, The Age.

Walhasil, dia menambahkan, masakan Yunani menjadi idola baru di Melbourne. Nama makanan seperti risogalo (puding beras sebagai pencuci mulut) hingga souvlaki, (roti prata tebal gulung dengan topping daging ataupun kepiting) kini tidak asing lagi di sana.

Calombaris menyarankan para pakar kuliner Indonesia untuk melestarikan menu-menu yang ada. Setelah itu, masakan tersebut disuguhkan dengan sentuhan modern supaya bisa merambah pasar yang lebih luas. “Hal penting lainnya adalah bagaimana memasak bisa dilakukan dengan cara yang sederhana,” kata Calombaris beberapa waktu lalu.

Selain menyorot soal penyajian dan pengemasan, Calombaris menilai penting unsur cerita di balik masakan tersebut. Saat produk kuliner lokal diboyong ke luar negeri, dia mengatakan, cerita dan filosofi yang ada di dalamnya tak boleh ketinggalan. “Semua orang ingin mendengar cerita, karena hal itu selalu menarik,” ujar dia. “Memasak adalah hal yang mudah. Tapi kita juga perlu cerita untuk membawa memori dari masakan itu ke orang-orang.” (tempo)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *