Daya Tarik Wisata Wihara di Sumatera Utara

Daya Tarik Wisata Wihara di Sumatera Utara

Daya Tarik Wisata Wihara di Sumatera Utara – Waisak, hari suci yang diperingati seluruh umat beragama Buddha tahun ini jatuh pada hari Minggu tanggal 22 Mei 2016. Di Indonesia, perayaan Waisak dipusatkan di komplek Candi Borobudur dengan rangkaian acara berupa upacara pengambilan air berkat dari mata ait Jumprit di Temanggung, penyalaan obor, ritual Pindapatta (pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/bhiksu oleh masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan), dan penentuan bulan purnama. Selain itu, waisak juga biasa rayakan dengan pawai serta acara kesenian.

Dari tahun ke tahun, perayaan Waisak di Borobudur selalu padat pengunjung. Selain melihat berbagai ritual umat Buddha, daya tarik wisatawan ke Borobudur adalah penerbangan ribuan lampion di malam hari.

Tahun ini, perayaan Waisak di Borobudur masih diincar wisatawan. Ini terbukti dari paket wisata Waisak yang dijual beberapa agen perjalanan sudah terpesan semua.

Bila Anda ingin melihat suasana Waisak di tempat yang tak terlalu penuh, lebih baik mencari lokasi yang lain, misalnya mengunjungi berbagai wihara yang ada di Sumatera Utara berikut ini:

Maha Vihara Maitreya

Wihara Maha Vihara Maitreya terletak di dalam kompleks Perumahan Cemara Asri, Jl Boulevard Utara, Medan. Di wihara kental dengan ajaran Buddha Maitreya-ajaran untuk mengajarkan cinta kasih semesta- ini, pengunjung akan disuguhkan suasana yang tenang dan sunyi.

Ada kolam ikan koi, taman burung, dan genta kebahagiaan setinggi 3,3 meter dan berat 7 ton yang diukir dengan kalimat Dharma Hati Maitreya yang jadi daya tarik dari wihara yang dibangun pada tahun 1991 ini.

Vihara Gunung Timur

Wihara Gunung Timur merupakan wihata terbesar di Medan, dengan luas setengah hektar atau 5000 meter persegi. Dibangun pada tahun 1960an, wihara ini juga termasuk bangunan tua dan bersejarah yang ada di Medan.

Wihara Gunung Timur berada di Jalan Hang Tuah No.16 Medan dan lokasinya menghadap ke Sungai Babura, yang konon mampu membawa kemakmuran.

Dalam bahasa mandarin, wihara ini disebut Tong Yuk, memiliki bangunan khas dan halaman yang luas. Pengunjung dapat melihat patung naga dan aptung ikan raksasa berkepala naga di bagian atas wihata.

Di bagian depan, juga ada patung singa hitam dan putih, serta lilin-lin besar dan dupa menghiasi halan depan wihara.

Vihara Avalokitesvara

Patung Dewi Kwan Im di wihara jadi daya tarik wisatawan yang berkunjung. Pada malam hari, patung ini bertambah menawan dengan hiasa lampion-lampion. Selain Dewi Kwan Im, ada juga patung catur mahadewa-raja, alias malaikat pencatat kebaikan dan keburukan.

Tak hanya itu, masih ada patung shio sesuai kepercayaan masyarakat Tionghoa yang berderet rapi dalam bentuk hewan seperti tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. (beritagar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *